Kiat Fresh Kala Liburan

Harusnya bisa bersenang-senang dengan sahabat-sahabat tercinta saat liburan,eh, malah diledek karena ketiak basah. Nggak mau liburan kacau karena hal itu,kan? Simak tip berikut!

  1.  Menjaga pola makan selama liburan penting, lho. Jangan mentang-mentangon a vacation, makan sehatnya juga libur, ya.
  2. Kurangi makan berminyak, pedas, dan asam, karena ketiganya penyebab keluarnya keringat paling besar.
  3. Menjaga kebersihan diri juga perlu. Biasakan mencuci tangan dan kaki, serta menyikat gigi sebelum tidur. Tak mau kan, bakteri dan kuman menyertai tidur Anda sampai pagi?
  4. Jangan biasakan mengenakan pakaian yang dipakai seharian untuk tidur. TAMASYA mengerti sih, saat liburan, Anda pasti malas melakukan rutinitas sehari-hari. But please, jangan malas untuk mengganti baju, celana, terlebih pakaian dalam sebelum tidur!
  5. Konsumsi air putih yang cukup jangan pernah dilupakan! Mengonsumsi dengan cukup air putih bisa membantu membunuh bakteri penyebab keluarnya keringat. Bisa pula menjaga kehalusan dan kesegaran kulit. Jadi, penuhi selalu kebutuhan tubuh Anda akan air putih. 
  6. Kalau mandi saja malas, siapa yang tidak malas juga berdekatan dengan Anda? Teman sih teman, tapi kalau bau badan, kan bikin siapapun malas mendekat. So, jangan malas mandi yang bersih, ya.
  7. Last but not least, jangan lupa untuk selalu menggunakan deodoran pada ketiak setelah mandi. Karena ternyata, deodoran bekerja paling ampuh di kulit ketiak yang bersih. Have a fresh holiday!

     

    sumber : majalah tamasya

Iklan

10 Cara Menjaga Lingkungan Hidup Kita

Di bawah ini 10 tips menjaga lingkungan kita:

1. Ganti bolam lampu dengan CFL
Banyak dari kita tahu bahwa lampu neon kecil (compact flouresecent light bulb/CFL) merupakan lampu hemat energi yang umurnya lebih lama dari bolam lampu biasa, juga hanya memerlukan paling banyak seperempat energi yang dibutuhkan bolam lampu biasa untuk menghasilkan cahaya yang sama terang.
Beberapa produk CFL seringkali menyertakan label ENERGY STAR yang artinya telah diuji kualitas dan efisiensinya. Memang produk yang memiliki label ini biasanya lebih mahal daripada produk yang tidak memilikinya. Namun jangan salah, peralatan listrik yang kita beli harganya tidak ditentukan hanya dari harga pembelian, namun juga harga perawatan yang paling tidak terdiri dari biaya pemakaian listrik untuk peralatan tersebut. Jadi meskipun produk CFL berlabel ENERGY STAR harga belinya lebih mahal, namun sebenarnya kita menghemat biaya penggunaan dalam jangka panjang karena daya listrik yang dipakai produk berlabel ENERGY STAR jauh lebih kecil dan umur pakainya panjang.
Tidak hanya itu, bolam lampu biasa yang menggunakan kawat atau logam yang berpijar sebagai sumber cahaya juga menghasilkan karbon dioksida (CO2) saat pengoperasian.
Lalu untuk menghemat penggunaan listrik, hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah memadamkan lampu yang tidak dibutuhkan, atau mengurangi penerangan dari lampu apabila cahaya matahari bisa masuk ke dalam ruangan dan bisa cukup menerangi ruangan.

2. Mengubah cara berkendara atau menggunakan kendaraan yang lain
Berita buruknya sebuah mobil bisa menghasilkan karbon dioksida paling tidak sebanyak yang dihasilkan oleh penghuni seisi rumah Anda dan karbon dioksida yang berlebihan merupakan salah satu penyebab terjadinya pemanasan global. Berita baiknya, kita bisa mengantisipasi hal ini dengan berbagai cara.
Cara pertama adalah dengan menggunakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar gas. Kendaraan dengan bahan bakar gas lebih aman bagi lingkungan, namun untuk saat ini harganya lebih mahal dari kendaraan dengan bahan bakar minyak.
Cara kedua adalah dengan mengurangi berkendara. Ini hal yang cukup susah dilakukan. Karena pengendara biasanya memiliki kecenderungan untuk mengendara lebih jauh lagi ditahun berikutnya. Hal ini bisa diantisipasi dengan telecommuting (bekerja dari rumah menggunakan komputer yang terhubung dengan komputer tempat Anda bekerja) atau dengan mempergunakan angkutan umum. Dua hal ini cukup susah dilakukan di Indonesia, karena kedua sarana ini masih kurang memadai.
Cara ketiga adalah lakukan tune-up pada kendaraan Anda. Percaya atau tidak, tune-up bisa meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar kendaraan Anda sampai dengan separuhnya.
Cara keempat adalah jangan ngebut. Ngebut memang cepat, tapi bahan bakar yang terpakai juga lebih banyak. Akibatnya karbon dioksida yang dihasilkan juga lebih banyak.

3. Atur suhu ruangan
Salah satu penggunaan energi listrik yang besar adalah untuk perlengkapan pendingin ruangan (Air Conditioner/AC). Penggantian AC lama bisa jadi salah satu alternatif, karena AC lama memiliki efisiensi yang lebih rendah sampai sepertiga dari efisiensi AC jenis baru. Lalu jangan lupa untuk membersihkan ventiasi dan filter dari AC, karena filter dan ventilasi yang kotor bisa mengurangi efisiensi AC secara dramatis.
Cara berikutnya adalah dengan mengatur suhu yang sesuai, tidak terlalu dingin. Karena pengaturan suhu yang terlalu dingin membutuhkan energi listrik yang lebih besar. Pengaturan suhu bisa dilakukan dengan memasang programmable thermostat.

4. Kalahkan kulkasmu
Percaya atau tidak kulkas bisa menjadi pelahap energi terbesar dirumahmu apabila dioperasikan dengan tidak benar. Untuk mencegah terjadinya hal itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.
Jangan mengoperasikan kulkas didekat sumber panas, atau meletakkannya dibawah sinar matahari. Jangan lupa bersihkan kondensor kulkas untuk meningkatkan efisiensi kulkas. Jangan lupa tutup pintu kulkas. Jangan mengatur suhu kulkas terlalu dingin, secukupnya saja. Lalu jika ada tombol “Energy Saver”, jangan lupa diaktifkan. Namun jika kulkas Anda sudah tua, mungkin Anda bisa mempertimbangkan penggantian kulkas dengan kulkas baru, karena bisa meningkatkan efisiensi kulkas sampai 50%.

5. Kurangi penggunaan pemanas air
Pemanas air merupakan salah satu pengguna energi listrik yang besar. Untuk menggunakan pemanas air dengan efisien lakukan hal berikut. Jangan menyalakan pemanas air sepanjang waktu, nyalakan hanya pada saat dibutuhkan saja, pergunakan timer jika perlu. Perlengkapi pipa air panas dengan isolator untuk menjaga air tetap panas selama didalam pipa.

6. Atur tanaman
Menanam banyak pohon hanya baik untuk jangka pendek karena terlalu banyak pohon juga menghasilkan karbon dioksida. Tapi ada alasan lain yang bisa dipakai, misal untuk mengurangi biaya pendinginan dengan menutup perangkat pendingin atau ruangan tertentu dari panas sinar matahari langsung.
Untuk pemilihan tanaman, sebaiknya gunakan yang hanya membutuhkan sedikit air. Pilih tanaman keras. Jika menggunakan tanaman yang butuh banyak air, tempatkan secara bergerombol untuk menghemat pemakaian air dan mengatur kelembaban disekitar tanaman.

7. Investasi untuk energi hijau
Satu saat nanti tambang-tambang minyak bisa habis. Lalu bagaimana solusi untuk sumber energi yang baru. Sampai saat ini sumber daya yang cukup layak dipertimbangkan adalah sumber energi nuklir dan gas. Sumber energi nuklir menghasilkan radioaktif yang memiliki efek negatif untuk jangka panjangnya. Sedangkan energi gas memang bisa diperbaharui, namun energi yang dihasilkan relatif kecil. Jadi mungkin sumber energi gas bisa dipergunakan sebagai peralihan sebelum ditemukannya sumber energi baru yang lebih baik. Jadi mengapa Kita tidak melakukan investasi untuk penemuan energi baru ini.

8. Berpikir organik
Pestisida yang dipergunakan diperkebunan memang dipergunakan untuk membunuh hama tanaman, namun yang mati bukan hanya hama, tapi juga mikro oranisme yang ada ditanah yang berfungsi mengikat unsur karbon untuk menyuburkan tanah. Jadi setelah mikro organisme mati, karbon terlepas ke udara sebagai carbon dioksida, dan tanah menjadi perlu pupuk tambahan untuk penyubur. Jadi lebih baik tidak menggunakan pestisida kimiawi untuk mengusir hama, mungkin dipikirkan untuk menggunakan cara lain untuk mengusir hama misalnya dengan menggunakan predator dari hama tersebut.

9. Menggunakan barang daur ulang
Memproduksi barang daur ulang lebih mudah daripada memproduksi barang baru. Jadi apabila Kita menggunakan barang daur ulang, kita bisa meningkatkan perdagangan sekaligus juga meminimalkan penggunaan energi. Tidak hanya itu, barang daur ulang biasanya juga lebih murah dari barang baru, bisa sampai sepertiganya.

10. Jadi seorang minimalis
Ini hal yang tidak mudah. Disaat pola konsumtif semakin memasyarakat, susah bagi Kita untuk melakukan penghematan. Tapi perlu diingat, semakin banyak barang yang kita beli, semakin banyak pula energi yang dipergunakan untuk membuat barang tersebut. Jadi untuk menghemat energi, lebih baik kita berhemat. Lebih baik kreatif dalam kerja, permainan, dan hiburan, karena untuk bisa melakukan semuanya itu tidak harus mempergunakan barang-barang baru, barang-barang lama bisa dipergunakan lagi dalam cara yang kreatif.

Posted by Phenefendi on 11:34 AM

Taman Budaya-Sentul City. Keunikan Wisata Dalam Edukasi Budaya

Pada kesemapatan ini kami akan memaparkan sebuah pengalaman baru  kami untk menjelajah salah satu keunikan wisata Indonesia, tepat nya di Jawa Barat. Kami pun baru tau ternyata ada tempat wisata seperti ini yang tidak jauh dari pusat kota Jakarta. hanya sekitr 45 menit lewat akses tol. Karena kami naek motor perjalanan kira-kira 1 jam. Maklum mobil lagi di pake narik.hehehe

            Setelah kami pacu kuda besi kami akhirnya kami sampai di Taman Budaya-Sentul City. Sejuk nya udara pagi langsung menyambut kedatangan kami. Jiwa petualang kami pun seakan ingin cepat-cepat menyatu. Selain udara sejuk tadi kami pun disambut dengn ramah oleh salah satu crew Taman Budaya-Sentul City. Yang sebelumnya memang kami mendapta undangan untuk mengenal Taman Budaya-Sentul City lebih dekat. Suatu kehormatan pastinya untuk Luar Jendela. Setelah kami berkumpul sambil menikmati welcome drink, acara pun di mulai.

Di sajikan dengan kehangatan rasa persahabatan crew Taman Budaya-Sentul City pun menjelaskan satu per satu fasilitas yang mereka punya. Dan ternyata ini sangt menarik. Banyak sekali keanekaragaman yang ada di sini. Mulai dari edukasi, team buiding game, outbond untuk anak dan dewasa dan masih banyak lagi. Bisa kami katakan Taman Budaya-Sentul City KOMPLIT. Sarat dengan budaya, edukasi dan permainan. Dan yang membuat kami tertarik lagi, Taman Budaya-Sentul City mempunyai fasilitas Paint Ball yang beda dengan yang lain. Dengan mengusung konsep perang gurun. Hmmmm jadi ga sabar mau maen nih…. mau ikut ga?hehehe

Soal harga??? Jangan khawatir. Dengan fasilitas yang seperti ini terbilang murah. Bayangin aja sob, untuk masuk ke dalam Taman Budaya-Sentul City tidak di pungut biaya masuk. Tuh kan baru masuk udah bisa berhemat. Permainan-permainannya pun termasuk murah. Bisa di jangkau sama kita-kita deh. Satu lagi kelebihan nya, kita bermain ini semua diantara barisan perbukitan. Jadi kebayangkan kan sejuk nya kaya apa getoo?

Setelah mendapat penjelasan yang menarik dan kami juga di beri kesempatan tanya jawab. Dan inti dari itu semua adalah “Taman Budaya-Sentul City selalu flexible dalam membantu kepuasan costumer”. Jelas pa Leo salah satu manager marketing Taman Budaya-Sentul City. Huuuu bae banget ya kan……

Waktu udah jam 12 nih, ada yang bunyi-bunyi. Eh si cacing perut udah maen orkes. Pertanda lapeeeeeerrr….. harus segera di isi nh.heehehe. dan ternyata sob, di sebuah meja nun panjang membentang sudah tersusun rapih obat laper itu. Aroma nya udah nampol banggets. Tambah lapeeeeeerr. Akhirnya kami di persilahkan untuk menyantap hidangan tersebut. Ternyata….. tereeeeeeng makanan khas sunda. Lengkap.  Ada nasi liwet yang di balut daun pisang, ayamgoreng, ikan asin, sayur acem, lalapan dan suambelll…. ngiler kan.(foto sengaja tak di perlihatkan takut yang puasa pada ngiler.hehe). uaaah serasa bener-bener di kampung sunda. Dan makana seperti ini tersedia di foodcourt Taman Budaya-Sentul City. Cepet deh kemari.

Setelah makan kenyang, kami bergegas solat zuhur sebelum melaksanakan peperangan. Kalo udah solatkan tenang, nanti kalo mati ke tembak jadi mati sahid.hehehe.

Kami diberi gelang kuning dan biru  yang di maksudkan untuk membentuk tim bertanding nanti. Ternyata, mungkin ini saat nya kami terpisah. Bahkan lebih berat dari itu. Saya(Agung) harus berperang dengan Ibnu. Oh tidak, rekan satu atap, Luar Jendela, harus berperang. Akan kah terjadi pertumpahan darah?perng saudara? Kita lihat nanti.persiapkan dirimu, Ibnu. Kalo perlu telp emak dulu, untuk mengucap kata-kata terakhir atau sekedar untuk minta rido.hehehe.pissss

Sebelum itu kami di ajak untuk melihat seluruh fasilitas yang Taman Budaya-Sentul City tawarkan. Yang terbagi 4 kategori. Antara lain:

  1. Adventure centre
  • Outbond
  • Team building
  • Fun Games
  • Adventure Tracking
  • Camping
  • Painball
  1. Green Centre
  • Reusing
  • Reducing
  • Recycling
  • Replanting
  • Cooking Class
  1. Culture Centre
  • Belajar tari tradisional
  • Bermain musik tradisional
  • Menghias kerajinan tanah liat
  • Membuat kerajim=nan tanah liat
  • Membatik
  • Mekukis kaos, lampion,layang-layang,dll
  1. Facility Centre
  • Lapangan nuansa alan
  • Ruang meeting
  • Guest house
  • Hotel
  • Foodcourt
  • Restaurant
  • Workshhop and souvenir

Gileee komplit-plit-plit. Mantep kan. Ayo deh cpet berwisata rame-rame ke Taman Budaya-Sentul City, bareng Luar Jendela tentunya.

            setelah berputar-putar melihat keunikan dan kelengkapan Taman Budaya-Sentul City, tibalah saat nya, perang akan segera di mulai. Masing-masing dari kami mulai saling melirik sinis, seakan waspada akan musuh-musuh kami. tak terkecuali lirikan Ibnu kepada Ku, seperti lirikan artis India.hehehe

peraturan peperangan pun di jelaskan, dan saat itu kami sudah lengkap dengan seragam. Bak prajurit beneran. Gagah,kuat,perkasa.hahaha

pertempuran di mulai….

emang dasar nasib, beruntung banget. Ibarat pepatah, bah tertiban durian runtuh. Duren montong lagi.hiihihi. kami di liput oleh salah satu stasiun TV swasta. Lumayan masuk TV. Mak agung masuk TV.hahai.

peperangan di bagi 2 sesi. Dimana jika salah satu tim menang 2 kali berturut-turut maka di nyatakan menang. Jika anggota salah satu tim habis tertembak maka tim tersebut dinyatakan kalah.

Kami breefing sejenak, membahas strategy yang akan kami pakai. Dengan di mulai dengan do’a,kami pun memulai peperangan ini. Ta ada ampun, ta pandang kawan,sodara atau Luar Jendela. This Is The Games, bro.

Sesi pertama musuh kami gempur habis, beberapa terkena head shoot. Ada untung nya juga dulu maen ketapel. Hehe. Salah satu target saya pun Ibnu. Diam-diam saya telah membidik kepalanya. Nafas pun tertahan, agar tembakan tak meleset. Telunjuk pun sudah menempel pada tuas senapan. Dan dalam hitngan 3 peluru ini akan mengenai kepala nya.

1…..2…..ti….jedeeeerrrrrr. dan ternyata benar saja, Ibnu terkena tembakan. Tapi sayang seribu sayang. Yang nembak bukan saya. Yhaaaaaah kecolongn deh. Emang kita tak bisa saling menjatuhkan. Kita di takdiran untuk saling bersama, bergandeng tangan untuk salah satu tujuan, Luar Jendela Jaya.

Tak terasa waktu mulai senja. Pertempuran pun di hentikan. Dengan kemenangan tim kami pastinya. Tim musuh kalah telak 2 sesi tnpa balas. Ketika di tantng untuk sesi ketiga, mereka takut.hehehe

Dmikiancerita perjalanan kami yang sangat terkesan dan menyenangkan di Taman Budaya-Sentul City. Sangat teraa dan tergambar kesenangan dan keceriaan pada masing-masing tamu undangan. Dan kaimi sangat PUAS atas jamuan yang telahdi berikan Taman Budaya-Sentul City. Semga terus Jaya untuk Taman Budaya-Sentul Citydan Luar Jendela. Semoga kita makin mempererat hubungan kerja sama untuk menciptakan lbih banyak wajah-wajah gembira orang-orangdi sana.

Trima Kasih. Sukses selalu. Salam Petualang  

5 Benda Penting Pelengkap Traveling

1. Baterai cadangan

Walaupun Kalian telah membawa charger, jangan lupa untuk membawa baterai cadangan. Baik itu baterai cadangan ponsel atau kamera. Gunakan baterai cadangan jika memang kondisi baterai sudah habis. Jangan sampai Kalian kehilangan momen sedikit pun saat sunset, atau dimarahi orang terdekat Kalian karena tidak memberi kabar via ponsel. Simpanlah baterai di tempat yang mudah dijangkau.

2. Handuk kecil

Kegiatan berwisata akan sangat menguras tenaga. Biasakanlah membawa handuk kecil saat berpergian untuk menyeka keringat Kalian. Tentu saat berfoto Kalian tidak ingin kelihatan lelah dan berkeringat bukan? Namun, jangan lupa untuk menjemur handuk kecil kesayangan Kalian di kamar hotel saat bermalam.

3. Steker tambahan

Steker tambahan sangat berperan penting bagi barang-barang elektronik Kalian sepanjang perjalanan. Ketika di kamar hotel saat menginap, mungkin hanya terdapat satu atau dua saklar. Dengan membawa steker tambahan, misalnya steker 3 cabang, maka baterai ponsel dan kamera Kalian akan bisa diisi berbarengan. Selain itu, ketika saat backpacker bersama kerabat dan tidur di dalam satu home stay, benda ini akan sangat membantu.

4. Kacamata hitam

Kacamata hitam memiliki banyak fungsi. Selain tetap stylish, kacamata hitam akan melindungi mata Anda dari teriknya matahari. Lindung dan jaga mata Kalian selama perjalanan dengan kacamata hitam.

5. Tas kecil

Tidak semua barang-barang dapat dimasukan pada koper atau ransel Anda. Gunakanlah tas kecil, misalnya tas pinggang atau tas selempang untuk menaruh barang-barang Anda yang sewaktu-waktu dapat diambil dengan mudah. Benda-benda itu misalnya 4 poin yang disebut di atas dan obat-obatan Anda.

Benda-benda pelengkap tersebut akan melengkapi kebutuhan Kalian selama perjalanan. Selamat bertualang!

Puncak Jaya Wijaya (Everest of Indonesia)

Jika kalian menyangka bahwa di daerah tropis tak akan menemukan pegunungan yang diselimuti salju, kalian dapat meralat anggapan tersebut setelah berkunjung ke Puncak Jayawijaya, puncak tertinggi di Pegunungan Sudirman (Sudirman Range) di Provinsi Papua. Puncak Jayawijaya atau yang lebih singkat disebut Puncak Jaya, memiliki ketinggian mencapai + 4.884 meter di atas permukaan laut (dpl), sehingga memungkinkan daerah ini diselimuti oleh salju abadi.

Namun, salju abadi tersebut diperkirakan bakal menyusut, bahkan mengering. Dalam sejumlah penelitian disimpulkan bahwa endapan es di pegunungan ini dari tahun ke tahun mengalami penyusutan yang serius. Penyusutan salju di Pegunungan Sudirman ini diakibatkan oleh pemanasan global. Sehingga, bukan tidak mungkin kelak pegunungan ini akan kehilangan salju seperti yang terjadi pada Gunung Kilimanjaro di Tanzania. Nah, sebelum perkiraan itu betul-betul menjadi nyata, tak ada salahnya kalian mencoba menaklukkan puncak tertinggi di Indonesia ini.

Selain dikenal dengan nama Puncak Jaya, puncak tertinggi ini juga terkenal dengan sebutan Carstensz Pyramide, atau Puncak Carstensz. Nama tersebut diambil dari seorang petualang dari negeri Belanda, yakni Jan Carstensz, yang pertama kali melihat adanya puncak gunung bersalju di daerah tropis, tepatnya di Pulau Papua. Pengamatan tersebut dilakukan oleh Jan Carstensz melalui sebuah kapal laut pada tahun 1623. Karena belum bisa dibuktikan dengan pengamatan langsung, laporan itu dianggap mengada-ada. Sebab, bagi orang Eropa, menemukan pegunungan bersalju di tanah tropis adalah sesuatu yang hampir mustahil.

Kebenaran laporan Carstensz terungkap setelah hampir tiga ratus tahun kemudian, ketika tahun 1899 sebuah ekspedisi Belanda membuat peta pulau Papua dan menemukan puncak gunung yang diselimuti salju sebagaimana dilaporkan oleh Carstensz. Untuk menghormati Carstensz, maka puncak gunung tersebut kemudian diberi nama sesuai namanya. Sedangkan sebutan Puncak Jayawijaya merupakan pemberian Presiden Soekarno setelah berhasil merengkuh kedaulatan Papua Barat dari Belanda. Nama ini mengandung makna “puncak kemenangan”, sebagai ungkapan syukur atas bersatunya Papua Barat dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pendaki pertama yang tercatat pernah menaklukkan Puncak Jaya adalah tim ekspedisi yang dipimpin oleh Heinrich Harrer pada tahun 1962. Heinrich Harrer adalah seorang pendaki ulung dan pengarang kawakan. Bukunya yang terkenal, Seven Years in Tibet, merupakan kisah nyata pengembaraan dan persahabatannya di pegunungan Himalaya, Tibet. Sebelum Harrer, sebetulnya telah banyak para pendaki lain yang mencoba melakukan pendakian, namun belum pernah ada yang berhasil. Setelah Heinrich Harrer, menyusul ekspedisi dari Indonesia berhasil mencapai puncak. Ekspedisi yang dipimpin oleh Letnal Kolonel Azwar Hamid dari Direktorat Topografi Angkatan Darat ini berhasil mencapai Puncak Jaya pada tahun 1964.

Sedikit info,semoga bermanfaat


Just another WordPress.com site